Latar Belakang

Dinas Tenaga Kerja Kota Probolinggo beralamat di Jl. Slamet Riyadi No. 20 Kelurahan Kanigaran Kecamatan Kanigaran Kota Probolinggo melayani 5 (lima) wilayah Kecamatan yaitu Kecamatan Mayangan, Kecamatan Kademangan, Kecamatan Wonoasih, Kecamatan Kanigaran  dan Kecamatan Kedopok  yang terdiri dari 29 Kelurahan.

Perkembangan jumlah penduduk yang bertambah setiap tahunnya dapat disebabkan oleh pertambahan alami atau pernikahan dapat juga disebabkan adanya urbanisasi dari daerah lain atau juga disebabkan perkembangan ekonomi suatu daerah yang menimbulkan ketertarikan masyarakat untuk turut serta di dalamnya untuk memperbaiki taraf ekonomi kehidupan mereka. Hal-hal tersebut juga akan berpengaruh terhadap bertambahnya jumlah siswa yang sekolah. Dengan bertambahnya jumlah murid sekolah maka juga bertambah pula jumlah siswa lulusan sekolah sehingga hal ini juga akan mempengaruhi bertambahnya jumlah pengangguran dan adanya ketersediaan jumlah lowongan pekerjaan yang harus disediakan.

Lowongan pekerjaan yang dominan, ada pada bidang pertanian yang mayoritas masih menggunakan sistem tradisional, demikian juga perikanan/ nelayan masih bersifat turun menurun, perdagangan, industri, angkutan, jasa, keuangan, bangunan dan lain-lainnya. Namun demikian beban penyediaan lowongan pekerjaan masih banyak diharapkan dari industri dan beberapa bidang seperti tersebut di atas maka ketersediaan lowongan pekerjaan akan cenderung konstan kecuali jika ada perluasan atau pembukaan industri baru.

Oleh karena itu diperlukan perencanaan dan pengembangan ke arah iklim ekonomi bidang usaha mandiri/ wiraswasta. Sehingga bagi mereka yang memiliki embrio usaha khususnya atau yang mau membuka wirausaha baru perlu diberikan rangsangan atau stimulan agar lebih berkembang dan pada tahap selanjutnya akan memberikan ketersediaan lowongan pekerjaan baru dan dimungkinkan untuk memantik lingkungan sekitar untuk menirunya disamping juga memberikan kontribusi pada perkembangan ekonomi daerah.

Disamping stimulan perlu pula diberikan sokongan modal terhadap usaha-usaha baru yang memiliki prospek positif di masa depan. Dukungan modal usaha ini juga harus memperhatikan tingkat suku bunga yang diberikan karena kalau tingkat suku bunga tidak kompetitif dibanding dengan perkembangan usahanya maka juga akan kurang menarik bagi masyarakat atau konsumennya.

Salah satu indikator perkembangan ekonomi suatu daerah dapat pula dilihat dari perkembangan jumlah penduduknya. Beberapa data perkembangan jumlah penduduk Kota Probolinggo dari tahun ke tahun seperti tabel berikut :

tabel berikut :

Tabel 1
Perkembangan Jumlah dan Penambahan Penduduk per Tahun

NO TAHUN JUMLAH PENAMBAHAN %
1 2013 220.028 883 0,40
2 2014 220.402 374 0,17
3 2015 221.239 837 0,38
4 2016 222.331 1.092 0,49
5 2017 242.567 20.236 9,10

                              *Sumber Data : Data DispendukCapil Tahun 2018 Kota Probolinggo

 

Grafik 1
Perkembangan Jumlah dan Penambahan Penduduk per Tahun

 

Perkembangan jumlah penduduk ini harus pula diikuti dengan ketersediaan lapangan pekerjaan. Sedangan kondisi Pasar Kerja di Kota Probolinggo masih diliputi dengan ketidak seimbangan antara jumlah penawaran tenaga kerja dengan jumlah permintaan tenaga kerja, hal ini akan menimbulkan selektifitas dan ketatnya persaingan dalam mencari kerja.

Jumlah pengangguran masih sangat tinggi dan terus bertambah dari waktu ke waktu, mulai dari tingkat pendidikan sekolah dasar sampai perguruan tinggi maupun penganggur eks pekerja yang ter PHK ataupun pekerja dengan sistem kontrak atau outsourcing.

 

Perkembangan jumlah penduduk ini harus pula diikuti dengan ketersediaan lapangan pekerjaan. Sedangan kondisi Pasar Kerja di Kota Probolinggo masih diliputi dengan ketidak seimbangan antara jumlah penawaran tenaga kerja dengan jumlah permintaan tenaga kerja, hal ini akan menimbulkan selektifitas dan ketatnya persaingan dalam mencari kerja.

Jumlah pengangguran masih sangat tinggi dan terus bertambah dari waktu ke waktu, mulai dari tingkat pendidikan sekolah dasar sampai perguruan tinggi maupun penganggur eks pekerja yang ter PHK ataupun pekerja dengan sistem kontrak atau outsourcing.

Apalagi ditambah dengan lulusan baru siswa pendidikan SLTP dan SLTA yang setiap tahunnya mengisi pasar kerja khususnya untuk dalam dan luar negeri. Biaya pendidikan yang tinggi juga menyebabkan masyarakat, banyak yang berorientasi mengarahkan anak atau keluarganya untuk bekerja dibanding dengan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Tantangan besar dan berat ini apabila tidak disertai dengan regulasi peraturan yang baik maka akan dapat menimbulkan berbagai dampak sosial, ekonomi, politik dan keamanan. Untuk menanggulangi problem dimaksud maka Dinas Tenaga Kerja Kota Probolinggo harus bekerjasama dengan berbagai instansi dan kalangan masyarakat dalam menangani permasalahan ketenagakerjaan. Sehingga dengan adanya sinergitas kegiatan dapat menunjang peningkatan ketersediaan jumlah lowongan pekerjaan ataupun jumlah usaha-usaha mandiri atau wirausaha-wirausaha baru.

Perkembangan angkatan kerja dan pengangguran jika kita melihat secara komprehensif maka ada keterkaitan dengan penduduk usia kerja, kesempatan kerja yang ada, pengangguran terbuka atau bisa dikategorikan sebagai pencari kerja, pemutusan hubungan kerja karena adanya permasalahan atau tenaga kerja yang bekerja dengan sistem kontrak sehingga setelah memasuki masa kontrak selesai maka mereka akan termasuk juga sebagai pencari kerja, ketersediaan lowongan pekerjaan yang ada serta pencari kerja yang terdaftar di Dinas Tenaga Kerja Kota Probolinggo melalui Kartu Kuning atau kartu AK_1.

Beberapa program kegiatan telah dilaksanakan oleh Dinas Tenaga Kerja Kota Probolinggo untuk mempermudah akses pencari kerja atau perusahaan dalam memenuhi kebutuhannya. Seperti Job Market Fair (JMF) atau sering disebut sebagai Bursa Kerja dan Bursa Kerja Online.

Pada Job Market Fair, Dinas Tenaga Kerja Kota Probolinggo sebagai mediator yaitu menyediakan waktu dan tempat bagi perusahaan untuk mencari calon pekerja dan pekerja dapat pula mencari dan membuat lamaran pekerjaan secara langsung pada saat itu juga sehingga pekerja dapat memilih sesuai kriteria mereka dan perusahaan juga dapat memilih, calon pekerja mana yang sesuai dengan kriterianya.

Sedang pada program Bursa Kerja Online, pencari kerja dipersilahkan untuk mengisi data pribadinya serta pekerjaan yang diminati dan ini dipublikasikan secara on line di internet serta tidak dipungut biaya atau gratis. Perusahaan sebagai pengguna atau penyedia pekerjaan dapat melihat, menyeleksi dan memilihnya sesuai dengan kriteria lowongan pekerjaan.

Berikut data ketenagakerjaan dari tahun ke tahun seperti pada tabel di bawah ini :

 

Berikut data ketenagakerjaan dari tahun ke tahun seperti pada tabel di bawah ini :

URAIAN       JUMLAH per TAHUN (Orang)
2013 2014 2015 2016 2017
Penduduk usia kerja 153.498 156.598 161.027 165.771 169.921
Angkatan kerja 117.754 120.854 125.283 130.027 134.177
Kesempatan kerja 97.288 99.654 101.443 102.717 103.562
Penganggur terbuka / pencari kerja 21.479 21.200 23.840 27.310 30.615
Penempatan TKI ke luar negeri 13 13 5 7 11
PHK pada tahun yang bersangkutan sesuai mediasi / sidang 8 11 7 6 5
Tenaga kerja di PHK 38 41 7 11 16
Tenaga kerja yang membuka usaha baru 183 228 453 58 265
Lowongan 1.389 2.372 1.795 1.572 1.028
Pencari kerja terdaftar 2.813 2.338 2.086 1.566 1.611
Penempatan tenaga kerja ke perusahaan 2.606 2.366 1.789 1.566 1.028

Table 2
Data Ketenagakerjaan Tahun 2013 s/d 2017

Pertambahan jumlah pengangguran juga dapat diakibatkan antara lain oleh :

» Meningkatnya jumlah pertambahan penduduk

» Adanya perusahaan yang pailit

» Akibat krisis ekonomi

» Kenaikan harga BBM

» Bertambahnya lulusan sekolah

» Akibat pemutusan hubungan kerja (PHK)

» Urbanisasi penduduk dari daerah lain atau dari desa ke kota.

» Sistem kerja yang menggunakan sistem kontrak

» Terjadinya bencana (akibat manusia/ alam) sehingga roda kehidupan tidak dapat berjalan sebagaimana mestinya.

Selama tahun 2012 sampai dengan Desember 2017 Dinas Tenaga Kerja Kota Probolinggo melaksanakan kegiatan-kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan/ ketrampilan para pencari kerja, mengurangi pengangguran dan berusaha menciptakan ketersediaan lapangan kerja, menanggulangi krisis hubungan industrial antara pekerja dan perusahaan serta penerapan jaminan sosial tenaga kerja. Adapun kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan adalah sebagai berikut :

  1. Penyuluhan tentang prosedur Antar Kerja Lokal (AKL)
  2. Penyuluhan dan sosialisasi Antar Kerja Antar Negara (AKAN)
  3. Penyebarluasan Informasi Bursa Tenaga Kerja melalui Job Market Fair (JMF)
  4. Ketransmigrasian
  5. Pemanduan dan bimbingan terapan Teknologi Padat Karya (TPK) sistem kelompok
  6. Bimbingan dan pemanduan Usaha Mandiri Sektor Informal (UMSI)
  7. Pelatihan Ketrampilan dengan berbagai kejuruan
  8. Penyuluhan Produktivitas bagi tenaga kerja perusahaan dan UKM
  9. Pemandu Wira Usaha
  10. Bursa Kerja On Line
  11. Pelatihan dan Sertifikasi Operator Teknis
  12. Pemberdayaan Lembaga Ketenagakerjaan
  13. Pemberdayaan Dewan Pengupahan Daerah
  14. Penerapan Deteksi Dini
  15. Pembinaan dan peningkatan kepesertaan jaminan sosial tenaga kerja (Jamsostek)

 

Dari kegiatan yang bertujuan untuk penciptaan ketersediaan lapangan kerja terlihat angka pengangguran masih sangat tinggi dibandingkan dengan jumlah angka penempatan tenaga kerja di perusahaan. Jumlah tenaga kerja yang membuka usaha mandiri masih sangat sedikit dengan alasan tidak tersedianya atau kurangnya modal usaha. Dengan angka pengangguran yang setiap tahun bertambah pemerintah berkewajiban untuk mencari solusi pemecahannya antara lain mengadakan program dan kegiatan atau pelatihan yang bertujuan untuk memberikan ketrampilan pada tenaga kerja sebagai bekal untuk mendapatkan pekerjaan atau sebagai modal wirausaha.

Dinas Tenaga Kerja Kota Probolinggo telah mencari lowongan kerja ke perusahaan-perusahaan dan berusaha menempatkan pencari kerja/ penganggur yang memenuhi syarat untuk ditempatkan melalui penempatan dengan sistem Antar Kerja Antar Daerah (AKAD), Antar Kerja Lokal (AKL) serta Antar Kerja Antar Negara (AKAN).

Kegiatan yang menonjol dalam mengisi lowongan kerja yang terdaftar dilaksanakan melalui program penyebarluasan Bursa Tenaga Kerja/ Job Market Fair (JMF) yang mulai dilaksanakan tahun 2007 yang terdiri dari Antar Kerja Lokal (AKL), Antar Kerja Antar Daerah (AKAD) serta Antar Kerja Antar Negara (AKAN). Banyak lowongan kerja yang tersedia tidak dapat terisi karena kualifikasi dan tingkat kualitas sumber daya manusia kurang memenuhi. Hal-hal tersebut antara lain oleh pendidikan yang tidak sesuai dengan permintaan, ketrampilan yang tidak dimiliki oleh pencari kerja juga kurang berminatnya pencari kerja untuk bekerja ke luar daerah atau luar negeri sedangkan jumlah perusahaan yang terdaftar terdiri dari perusahaan kecil, sedang dan besar.